Semut dalam luberan Madu

21371397_1813009002060208_7733006550352746386_n

Mumpung libur sengaja menyempatkan diri ke Semarang. Entah sekedar silaturahmi atau bertemu teman sejawat yg tak lama jumpa. Tapi tetap tujuan utama mengunjungi ustadz Fakhrudin Aziz di rumah barunya, perumahan BSB.

Saya pun meminta izin untuk berkunjung lewat WA. Dan beliau pun mempersilahkan untuk datang ke rumah malam saja, karena paginya akan keluar kota.

Saya pun bertolak dari markas besar Idea Walisongo dan menjemput Abdul Ghofur (yg tahu alamatnya) untuk menemaniku ke sana.
sebenarnya Ghofur agak ragu untuk bertamu karena sudah malam. tapi saya meyakinkan Ghofur untuk berangkat sekarang, karena sudah dipersilahkan , toh besoknya ustadz aziz akan ke luar kota.

Kami pun melesat menembus dinginnya malam dan hingar bingar keduniawian. Singkat kata, sekitar 20-30 menit kami sudah sampai ke perumahan BSB daerah Cangkiran itu. Lumayan jauh dari keramaian dan hiruk pikuk suasana kota. Sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan di kala senja.

“Mau kemana” Tanya Satpam penjaga gerbang.
“Ke rumah Ustadz Aziz”
” Ouh Njih Monggo”

Tanpa dimintai KTP dan sejenisnya, kami dipersilahkan masuk.

“hisabaan yasiiraa” gumamku.

Akhirnya kami sampai di depan rumah ukuran 36, ada mobil Civic, Vario dan kharisma yg tak asing bagiku. juga ada dua sepeda kecil di parkiran tersebut.

” Hem , ini pasti milik kedua putrinya, Yeisha, dan Keyna”

Singkat cerita , kami nyangkruk di teras rumah. Suasana pun semakin syahdu dengan datangnya kopi, rokok dan jajanan roti dari Belanda oleh2 Mr M Saiful Mujab .

“Rasanya ada kayu manisnya Roti dari penjajah ini” Celetuk Ghofur kala itu

Obrolan pun mengalir deras, mulai dari membahas dinamika kampus, politik negri, media hingga hal2 mistis.

Semakin malam, Putung rokok semakin berceceran, obrolan pun ke mana-mana bak aliran air bah dari hulu ke hilir seakan tak ada habisnya.

“Menarik melihat dinamika perpolitikan negeri ini, tapi sesungguhnya pola-polanya mudah ditebak,” terang Ustad Aziz

ia pun menceritakan sebuah kisah seekor semut.

Suatu ketika ada seekor semut yg menemukan luberan madu. kemudian semut itu mencicipi madu itu

“Hem, ternyata manis rasanya,”

Semut itu pun memanggil teman-temannya untuk menikmati luberan madu tersebut.

kemudian terbesit di dalam hati si semut untuk masuk ke dalam luberan madu itu.

“Jika aku masuk ke dalam luberan madu itu, aku akan menikmati manisnya madu dengan sepuas-puasnya,”

Dengan berbagai cara akhirnya semut itu berhasil ke dalam luberan madu tersebut.

Namun apa yang terjadi?

Semut itu tidak bisa bergerak dalam kubangan madu, Ia binasa di dalam makan yang seharusnya bisa dinikmati .

Ustadz aziz pun mengakhiri cerita itu.

“Begitulah dunia,” pungkasnya.

Saya dan Ghofur pun menyimpulkan sendiri cerita itu. Urip neng ndunyo iku mung mampir icip-icip. begitu kira-kira

Sekitar pukul 1.30 akhirnya kami pulang menembus dinginnya pagi yg menusuk ke tulang.

Dengan kepala yg agak “Nyut-nyut” saya pun menggeber kendaraan ku hingga Ngaliyan .

Sampai di Asrama, kami pun langsung terkapar di tempat tidur . sampai-sampai saya terlupa ada Janji bertemu dengan seseorang di pagi buta itu.

Hem maaf ya belum bisa ketemu.

Hidup memang seperti main kupluk, kadang menang, kadang kalah. Kadang sesuai rencana, kadang juga diluar dari kehendak.

Akhir kata.
انا اريد والله يفعل ما يريد …..

Advertisements

Tahu Saja tak cukup

22221974_1838737382820703_6383969164555544039_n

Usai menggoreng tahu untuk lauk makan sore tadi, aku termenung dan berfikir , ternyata tahu saja belum cukup. apalagi sok tahu. apalagi tak tahu tapi merasa tahu.

Tentang berita misalnya, acapakali baru tahu beritanya belum sempat membaca isi beritanya, sudah langsung saja tekan tombol share, ketik amin, takbir wa akhwatuha. ya Salaam . parahnya golongan ini mencapai ribuan. tapi terlepas akun-akun itu siluman atau bukan, trik pancing memancing ini sungguh menggemaskan. Alhasil, akun-akun asli pun ikut memberikan tanggapan pula mereka berhasil terjaring perangkap . Akhirnya berita yg belum jelas itu pun menjadi viral.

Sebenarnya ada juga yg membaca berita itu dengan membuka linknya. Namun sayangnya udah kadung demen secara garis keras sama salah satu pihak yg didukungnya . Jika beritanya mendukung kelompok nya ia akan langsung membenarkan . sebaliknya jika menyerang atau merugikan kelompoknya orang itu langsung “nyinyir”. (wes pokoe nek musuh mesti salah tur laknat). Fanatik dan cinta itu sama-sama buta, tak menyisakan ruang kritis sedikitpun di dalamnya. Sampai disini, ternyata membaca hanya sekedar membaca belumlah cukup. Membaca adalah ihwal lelaku, harus adil dalam pikiran, melepaskan semua prasangka. Tetapi juga harus selalu curiga.

Kembali ke tahu, kaum rewo2 ini seakan tidak tahu kalau sudah menjadi loper koran gratis. Sedangkan, orang -orang yg berkepentingan dibalik semua ini sedang bertepuk tangan bahagia sembari nyeruput kopi dan nyemil tahu di mejanya.

Isu-isu lama dan basi pun terus digoreng oleh kelompok-kelompok berkepentingan ini. Ibarat mendohan tahu yg digoreng. Setelah matang Mendohan tahu ini akan dilemparkannya. Meski sudah basi pun kaum rewo-rewo masih akan memakannya dengan lahap.

Ya, tahu saja tak cukup, ia perlu paham, pun pemahaman juga tak akan menjadi apa-apa jika tak bijak kapan dan dimana menyampaikannya.

Ah sudahlah, meski aku tak pernah mengatakannya, aku yakin engkau sudah tahu semuanya.
Namun, walau engkau sudah tahu, simpanlah saja. karena orang lain belum tentu mau tahu.

Wallahu a’lam.

Seni Memahami

Dalam seni memahami dan memahamkan tidaklah mudah, bahkan terkadang menguras banyak waktu.

Memahami sebuah sungai misalnya, untuk mendapatkan pemahaman komprehensif bisa jadi kita harus menyelaminya, supaya tahu seberapa dalam sungai tersebut dan ada ikan apa saja di dalamnya, juga bagaimana karakter nya.

suatu hari sebut saja sun, ingin menyeberangi suatu sungai untuk pergi ke daerah lain. Namun ia tak tahu karakter dari sungai itu, berbahaya apa tidak jika ia menyeberanginya dengan cara berenang.

Akhirnya sun pun berpikir keras, selang beberapa lama Sun pun mendapatkan ide dengan membeli beberapa umpan di pesar. Bahkan Sun juga membeli beberapa daging.

kemudian umpan-umpan tersebut dilemparkan semua ke dalam sungai. ternyata benar apa yg dikatakan orang-orang, sungai yg nampak kecil ini menyimpan ikan-ikan tua ganas. Umpan yg dilempar langsung dilahap habis tak tersisa.

Alahasil, Sun mengurungkan niatnya untuk menyebrangi sungai itu, ia beralih ke jalan lain yg tentunya jalannya harus memutar melewati beberapa desa lain.

Haha.news

“Loh mana lucunya, katanya haha.news?”

“Rak tak dohi 😁😁😁😁 (gag bakal tak kasih tahu ) ”

6 Binatang Buas Memperebutkan Kambing Malang

17 Agustus hari ini menandakan telah 72 tahun Indonesia merdeka dari cengkraman penjajah. Tapi entah kapan merdeka dari nafsu bangsanya sendiri.

Walau bagaimanapun patut kita syukuri. Pasalnya, kemerdekaan Indonesia tidak kita dapatkan secara gratis. ada darah, nyawa tangis hingga perasaan yg harus dikorbankan. (duh)

Mensyukurinya pun bermacam-macam, mulai dari guyup rukun, mengadakan lomba makan kerupuk, memasang bendera, upacara hingga mengadakan malam tirakatan.

Di desa saya sendiri mengadakan lomba voli. Dimana kejuaraan antar pemuda RT 09 ini diberi nama “Kambing league” lantaran yg menjadi juara akan diganjar kambing hidup.

Dalam kejuaraan tersebut dibagi dalam 6 tim. dan setiap tim terdiri dari 7-8 personil. Nama tiap tim pun tergolong unik karena diambil dari nama hewan-hewan buas. Singa, macan, cobra, serigala, Badak, dan buaya.

Tidak semua pemuda bisa voli, termasuk saya sendiri hehe. Pengelompokan tim pun berdasarkan undian. dan Saya sendiri tergabung dalam tim serigala.

Kejuaraan berlangsung tiap sore kecuali hari Kamis. lantaran Kamis sore di desa ini dipergunakan untuk ziarah kubur.

Tiap sore diisi oleh satu pertandingan saja. Namun tetap meriah. Pasalnya, penonton mulai dari anak-anak hingga rombongan emak-emak selalu hadir memeriahkan suasana.

Kejuaraan ini disokong oleh “urunan” warga dan para donatur dermawan. yang mana uangnya akan dibelikan 3 ekor kambing. satu untuk sang juara. dan sisanya dimasak bareng-bareng sekampung.

Kejuaraan voli 17 an ini menjadi sebuah momentum untuk mengumpulkan pemuda dalam suatu wadah yg teroganisir untuk tujuan yg lebih baik ke depannya.

Kalah, menang tak terlalu penting disini, toh tetap bisa merasakan masakan kambing pada akhirnya.

Dan ku yakin tiap RT, RW, Kecamatan, Kota, hingga Provinsi mempunyai ceritanya masing-masing tentang Hari kemerdekaan. Namun belum tentu bisa bercerita.

Salam olahraga …

Dari Angkringan ke Pengajian

Awalnya tidak ada niatan untuk mengaji di ndalem Mbah Kiai Sya’roni malam Kamis ini. Pasalnya, saya ke Kudus berniat menghadiri sebuah rapat untuk pembagian tugas yg waktunya saya buat sendiri.

Ternyata takdir berkata lain.

Saat sedang makan malam di warung angkringan di daerah singocandi milik teman sejawat sekalian silaturahmi, saya iseng memotret gerobak dan pemilik angkringan untuk kemudian dikirimkan ke grup angkatan.

eh, salah satu teman dari grup menjapri saya.

“Sini ngaji dulu mumpung belum mulai, nanti baru ngopi”

“ngaji dimana?”

“Ngaji di Ndalem nya Mbah Yai”

Aku baru teringat ternyata malam Kamis ada jadwalnya ngaji Tafsir Jalalain di Rumah Mbah Sya’roni. Walau cuaca masih gerimis manis, saya langsung membayar tagihan di angkringan tadi.
kemudian langsung cuss ke dalem Kiai yg kebetulan lumayan deket dari warung angkringan tadi.

Benar, sampai sana pengajian yg diisi oleh salah satu Mustasyar NU ini baru dimulai. dan kebetulan sekali ayat yg dibahas pada saat itu lumayan masih awal surat Al-Baqarah. Jadi aku tidak kelimpungan untuk mengikuti pengajian malam itu walau tidak membawa kitab.

Namun yg menjadi perhatian saya dalam pengajian tersebut justru sebuah cerita tentang Rasulullah Saw dan sahabatnya.

Suatu ketika ada seorang sahabat yg ‘kepoyoh’ tidak kuat nahan. Dan celakanya sahabat itu kepoyoh di masjid. Tak ayal ada sahabat lain yang menghardik dan mencelanya.

Melihat kejadian tersebut, Rasulullah justru memanggil sahabat yg menghardik sahabat yg ‘kepoyoh’ tadi. Dan memerintahkan nya untuk membersihkan bekas kencing sahabatnya.

Rasulullah tahu, pasti orang yg ‘kepoyoh’ di masjid ini pasti sangatlah malu, dan orang yg sudah malu ini tidak pantas untuk dipermalukan, apalagi dicela dan dipersekusi.
Teladan Nabi begitu mulia dan luar biasa.

Dari kisah ini saya jadi teringat dengan kisah dua orang remaja yg diarak warga karena diduga melakukan mesum yg belum terbukti kebenarannya.
lantas, siapa kah yg mereka anut teladannya?

Sependek pengetahuan saya , persoalan tidak hanya hitam putih , salah atau benar. Namun, bijak atau tidak langkah yg kita ambil.

Salah adalah manusiawi, Namun dengan menghina kesalahan orang lain bukan berarti menjadi lebih baik darinya.
….. Arwhou liye
….
Dan tiba-tiba saja pengajian yang diisi oleh kiai yg berumur hampir satu abad ini diakhiri dengan doa

اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعا وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابا
وصل الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

Menelusuri Petani Bawang dan Caranya Memakanai Hidup

Perjalan mencari narasunber kali ini sekaligus memberikan penulis banyak sekali pelajaran.

Kok bisa ?

Kebetulan narasumber yg penulis tuju berlokasi di desa mlaten kecamatan Mijen kabupaten Demak. sebuah desa yang dikepung oleh hamparan sawah yg hampi2r saja kesulitan mencari tepinya.
Malam di desa tersebut akan terasa dingin sekali, karena angin dari sawah akan menyergap masuk ke perkampungan tanpa Tedeng aling2.

Dari pengamatan penulis , sebagian besar warga Mlaten bermata pencaharian sebagai petani. Terbukti di masa panen Brambang ini, hampir setiap rumah memiliki rentetan bawang yang dijemur. Berderet -deret berwarna merah dengan dedaunan warna hijau yg belum dipotong.

Sampai desa tersebut, penulis langsung menuju rumah seorang teman lama. yg kebetulan dulu pas sekolah di Kudus, temanku yg satu ini termasuk segelintir orang yg mampu merampungkan sekolah dengan penulis dari awal hingga akhir.

Sebut saja namanya Sikon, tidak seperti kawan lain melanjutkan ke perguruan tinggi atau mondok. ia lebih memilih melanjutkan pertanian ayahnya.

Menggarap sawah adalah panggilan jiwa. sawah menjadi dunianya, hama menjadi teman mainnya. koretan lumpur sudah terlalu akrab di kaki dan tangannya.

Sebagaimana warga lain, di rumahnya juga nampak bertkwintal2 bawang merah atau bahkan ton2 nan. Brambang nya hampir memenuhi rumah dan pelatarannya. Untung saja ia juga memiliki gudang penyimpanan yg cukup untuk menyimpan harta karunnya ini.

ia mengaku, untuk mengantisipasi harga bawang yang masih rendah sebagaimana yg terjadi, ia harus berani berspekulasi untuk mengambilnya ke rumah, bukan menjual nya di sawah (ditebaske.red).

“Para ‘bakul’ nawar di sawah masih terlalu rendah , jadi saya lebih baik ambil brambang ke rumah, menunggu harga yg cocok,” tegasnya.

Dengan mengambilnya dan menjemurnya di rumah itu artinya petani sedang berspekulasi, antara harga brambang yg semakin naik, atau justru malah membusuk.

Bukan apa-apa, petani tentu tidak mau rugi, pasalnya, brambang tergolong biji2an yg manja, butuh perhatian khusus untuk mendapatkan hasil yg maksimal. selama 55 hari Obat, pupuk dll harus diberikan dengan khusus dan intensif. Harga obat-obatan nya pun lebih mahal berkali lipat ketimbang obat padi.

Jika mengurus bawang hanya setengah-setengah, hasilnya tidak akan maksimal bahkan bisa merugi.

Konon, sebahu saja, modal untuk bawang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Jadi tak heran , tentang berita kematian seorang warga kemarin yg bunuh diri gara-gara bawang murah. sekilas memang remeh, namun jika dilihat hiruk pikuknya, boleh jadi orang yg bunuh diri bukanlah bunuh diri. melainkan dibunuh oleh para tengkulak yg suka memainkan harga.

Ya, mungkin saja permainan harga hanya sebuah cara2 licik untuk mendapatkan keuntungan besar. Tapi jika berakibat fatal seperti itu, apa tak dikira bisa mendapatkan kecipratan dosanga cobak.

Ah, dibahas di sini akan terlalu panjang.

Kembali ke temen petani muda

Semenjak keluar dari MA, temanku ini memang tidak melanjutkan studinya. Tapi ia lebih fokus mengelola pertaniannya. Walau memang dia mengaku, menjadi petani kelihatan tidak keren. Tapi, Jika dilakukan dengan tulus ikhlas tentu pertanian sesungguhnya merupakan profesi yg patut dibanggakan. Pasalnya, dari merekalah
hingga kini piring 2 kita tak pernah kosong ketika santap makan. Tanpa mereka, apalah yg akan ada di piring kita setiap hari.

Memang, ada yg bilang profesi terbaik itu menjadi pedagang, petani , guru. Namun sesungguhnya bukan itu. Kemuliaan suatu profesi bukanlah didasarkan atas namanya. akan tetapi, berdasarkan tanggung jawab dan amanah yang dilaksanakan.

Apabila suatu profesi dilakukan dengan penuh ikhlas, tanggung jawab dan amanah. itulah yg dinamakan profesj yg mulia.

“Jadi jangan memahami kemuliaan suatu profesi sepotong-sepotong. kalau semua menjadi pedagang yang bertani siapa. kalo semua jadi guru, lalu siapa yg jadi makerlar, semua sudah dibagi-bagi, kewajiban kita hanya tulus ikhlas melakukan dengan penuh tanggungjawab, ” Urainya

Semua memiliki peran masing-masing, tentu nya sebisa mungkin harus menghilangkan rasa iri dan dengki dari diri masing-masing.

Lebih lanjut Ia mengatakan, memang sekarang sudah banyak penyuluhan. Namun yg paling perlu diperhatikan adalah adanya impor bawang dari negara lain yg menjadikan harga bawang petani lokal anjlok.

Ada Usaha Ada Jalan

Sejak masih kecil hingga dewasa, kelebihan berat badan adalah permasalahan klasik yang selalu saya alami. Bahkan dalam benak, saya berfikir mungkin saja gemuk adalah bawaan gen keluarga, toh orang tua dan kakak saya juga gemuk, jadi pecuma jika saya berupaya untuk jadi lebih kurus/langsing.

Namun ternyata problem kegemukan ini membawa problem baru dalam kehidupanku sehari-hari, mulai dari problem kesehatan, perasaan minder, malu, tidak percaya diri dan masih banyak lagi, terlebih ketika masih kecil hingga remaja.

Bahkan, sejak kecil, saya sudah sering dibully oleh teman-teman saya karena susah untuk lari, dan melakukan olahraga lain semacam lompat tinggi, lompat jauh dll. Jadi otomatis sekarang dibully adalah hal yang wajar bagiku, karena sudah terlanjur terbiasa.

Tak hanya itu, ketika sudah dewasa, berat badan juga menjadi problem dalam beraktivitas, terlebih dalam mencari pasangan. Orang yang mempunyai badan gemuk, terkesan dihindari oleh para wanita. tentunya hal ini menjadi sebuah ironi tersendiri bagi seorang pria dewasa.

Akhirnya, saya mencoba mencari-cari artikel di internet tentang cara menjadu diet, cara menjadi langsing dan sejenisnya. Hasilnya, kebanyakan dari artikel yang saya baca kesimpulannya adalah pola hidup yang baik disertai komitmen terhadap makanan yang harus dihindari dan komitmen terhadap olahraga yang harus dijalani setiap hari.

Selain komitmen, untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat dan nyata, saya mencoba mencari obat diet yang nyata khasiatnya, tak hanya itu, saya juga memperhatikan apakah obat pelangsing ini aman untuk dikonsumsi atau tidak.

Setelah goggling di internet saya melihat banyak sekali obat pelangsing di pasaran, dan tentunya hal ini semakin membuatku bingung. Kemudian saya mencoba mencari yang lebih spesifik lagi dalam pencarian saya. Yakni mencari obat pelangsing yang berkhasiat dan sudah terdaftar di BPOM.

Karena saya yakin, jika obat atau makanan sudah terdaftar di BPOM, sudah aman untuk dikonsumsi.

Setelah menimbang-nimbang cukup lama dalam menentukan pilihan, akhirnya saya memilih obat herbal pelangsing Q Slim. Obat herbal pelangsing ini terbuat dari 100% bahan alami yang sangat minim efek samping dan hampir dikatakan tidak ada efek samping.

Selain itu obat herbal Qslim ini juga sudah terdaftar di BPOM. Yang mana diketahui dengan tercatatnya sebuah produk di BPOM sudah menjadi jaminan keamanannya karena sudah dicek di laboratorium.

Saya pun mulai progam diet dengan berat badan kisaran 85 kilogram. Mulai dengan mengatur pola makan, jangan sampai terlalu banyak karbohidrat, berhenti makan sebelum kenyang, dan tidak makan sebelum tidur. Saya mulai lebih maka sayuran, kendati kadang sedikit-sedikit masih makan ikan walau tak seberapa.

Selain itu, saya juga membiasakan diri dengan jogging setiap pagi, mengitari pemukiman saya. Bahkan melakukan gerakan-gerakan yang memungkinkan otot perut menjadi kencang. Seperti shit up dan lain-lain.

Gerakan olahraga tak perlu berat-berat, yang penting konsisten dilakukan setiap pagi dan sore. Diet makanan pun tak usah terlalu berat dan menyiksa, yang penting konsisten menjaga pola makan yang sehat.

Tak lupa saya juga mengkonsumi obat herba Q Slim. Selain aman, ternyata obat herbal ini berangsur memberikan dampak yang positif dalam progam diet yang sedang saya lakukan.

Setelah melakukan progam diet disertai dengan mengkonsumsi obat herbal yang aman dan terpercaya, akhirnya setelah 1 bulan, progam diet mulai kelihatan hasilnya. Dalam sebulan, bobot saya berhasil berkurang 10 Kg.

Saya semakin percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil. Asal dilakukan dengan ikhlas dan tekun usaha untuk mendapatkan perut langsing akan menjadi kenyataan.

Menurut saya, obat herbal Q Slim sangat membantu dalam menurunkan berat badan saya, selain berkhasiat nyata obat herbal ini juga terbukti aman dan sudah terdaftar di BPOM dan mendapatkan sertifikat MUI.

Untitled-2